Surabaya bukan hanya kota metropolitan yang sibuk dengan lalu lintas dan gedung-gedung tinggi. Di balik wajah modernnya, Surabaya juga menyimpan berbagai destinasi religi yang memiliki nilai historis dan spiritual tinggi. Dari masjid kuno, klenteng megah, hingga gereja bersejarah, kota ini mencerminkan keberagaman budaya dan keyakinan yang hidup berdampingan selama berabad-abad.

Menelusuri Jejak Spiritual di Kota Pahlawan
Berikut ini 10 rekomendasi wisata religi di Surabaya yang bisa kamu kunjungi untuk menambah wawasan, ketenangan hati, maupun pengalaman spiritual yang berbeda.
1. Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria
Dikenal sebagai salah satu gereja tertua di Surabaya, Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria awalnya dibangun pada tahun 1810 oleh dua pastor asal Belanda, Hendricus Waanders dan Phillipus Wedding. Lokasinya sempat berpindah karena bangunan lama rusak, dan akhirnya dibangun ulang pada 1899 di Jalan Kepanjen, Krembangan Selatan. Arsitekturnya yang klasik dan megah membuat gereja ini juga menarik bagi penggemar wisata arsitektur sejarah.
2. Kampung Santri Ndresmo
Terletak di Jalan Sidosermo II No. 18, Kampung Santri Ndresmo merupakan kawasan dengan sekitar 30 pondok pesantren aktif. Nama “Ndresmo” merupakan singkatan dari “sing nderes wong limo”, yang berarti lima santri yang tekun membaca Al-Qur’an. Nuansa religius yang kental menjadikan kawasan ini menarik untuk mengenal lebih dalam tradisi pesantren di tengah kota Surabaya.
3. Klenteng Boen Bio
Didirikan pada 1883 di Jalan Kapasan No. 131, Klenteng Boen Bio merupakan tempat ibadah umat Konghucu yang masih aktif hingga kini. Awalnya bernama Boen Tjhiang Soe, klenteng ini dibangun oleh Go Tiek Lie dan Co Toe Siong, dan kini telah ditetapkan sebagai cagar budaya sejak 2012. Ornamen khas Tionghoa dan nuansa spiritual yang terasa kuat menjadikan tempat ini cocok untuk wisata religi dan budaya.
4. Klenteng Hok An Kiong
Klenteng yang juga dikenal dengan nama Klenteng Suka Loka ini berlokasi di Jalan Coklat No. 2, Kelurahan Bongkaran. Berdiri sejak 1830, bangunan ini diyakini memiliki keterkaitan erat dengan dewa Mak Co Po. Klenteng ini dibangun oleh Hok Kian Kong Tik, seorang insinyur dari Tiongkok, dan menjadi simbol percampuran budaya lokal dan Tionghoa yang harmonis.
5. Langgar Dhuwur
Masjid kecil namun sarat sejarah ini berdiri di tengah perkampungan Lawang Seketeng, Peneleh, Surabaya. Dibangun oleh sejumlah ulama pada 1893, Langgar Dhuwur tetap berdiri kokoh sebagai tempat ibadah umat Islam. Lokasinya yang tersembunyi di permukiman padat memberikan pengalaman unik bagi para pengunjung yang ingin menapak tilas jejak keislaman di Surabaya.
6. Makam Sunan Ampel
Makam salah satu Wali Songo, Sunan Ampel atau Raden Rahmat, menjadi tempat ziarah paling populer di Surabaya. Terletak di kawasan Ampel, tempat ini bukan hanya sakral, tapi juga ramai dikunjungi wisatawan religi dari berbagai penjuru Indonesia. Tak jauh dari makam, terdapat pula pasar tradisional yang menjual berbagai perlengkapan ibadah, kitab, hingga oleh-oleh khas religi. Makam ini juga menjadi salah satu lokasi favorit dalam paket kunjungan wisata religi menggunakan jasa rental bus Surabaya bagi rombongan dari luar kota.
Wisata religi di Surabaya tidak hanya menyuguhkan keindahan arsitektur tempat ibadah, tetapi juga menyimpan cerita panjang sejarah dan nilai-nilai kebhinekaan. Cocok untuk kamu yang ingin berwisata sambil menambah wawasan dan memperdalam nilai spiritual. Mau perjalanan pribadi atau rombongan, kota ini siap menyambut dengan kekayaan budaya dan toleransi yang menginspirasi.